Isnin, Mei 24, 2010

Catatan di Ranah Minang - 2

Niat utama ke Bukittingi bukanlah untuk shopping. Sedikit pun tidak terliur dengan telekung-telekung, baju-baju sulam dan tudung-tudung. Saya tahu, inilah keistimewaan kerajinan tangan di tempat ini. Namun, saya berprinsip membeli apa yang perlu bukannya membeli apa yang saya mahu. Saya kagum dengan kerja-kerja seninya. Bohonglah, kalau saya katakan yang saya tidak suka melihatnya. Ya, saya suka tetapi itu bukan matlamat utama saya datang ke sini. Akhirnya, saya capai juga sehelai dua telekung itupun selepas mendapat SMS dari saudara yang tahu saya ke sini. Ah, saya tidak sampai hati hendak menafikan hajat orang lain.Sahabat saya yang baik, Silfia Hanani yang juga pensyarah di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) datang mengambil saya di Bandara Internasional Minangkabau seperti yang dijanjikan. Tidak ada apa yang diharapkan daripada perjalanan ini kecuali jika dapat singgah di tempat-tempat ilmu (baca : kedai buku). Hasrat ini sudah saya nyatakan kepada Silfia lewat SMS kepadanya sebelum tiba di Padang.


Alhamdulillah, bersama-sama sahabatnya, kami telah dibawa ke beberapa lokasi universiti di Padang. Yang pertama ialah Universitas Negeri Padang (UNP) yang terletak di tengah-tengah kota. Di kiri kanan dan boleh dikatakan hampir sekeliling kota Padang masih lagi ada sisa-sisa gempa yang menggegarkan kota dan daerah ini pada 30 September 2009. Ada bangunan yang terus runtuh sepenuhnya, ada yang sedang dibaik pulih dan ada yang hanya ditampal pada bahagian-bahagian yang retak. Si Lumix kecil saya tidak sempat merakamkan perjalanan dan gambar-gambar bekas gempa itu. Cukuplah bagi saya merakamkannya di dalam minda dan hati sahaja.

Lokasi kedua, kami singgah pula ke Universitas Andalas - kata Silfia, "...inilah "UKM" bagi kami." Saya tidak berapa jelas maksudnya. Setahu saya, memang ada mahasiswa Malaysia yang menuntut dalam bidang perubatan di sini. Saya suka akan gapura yang menyambut kehadiran tetamu di universiti ini. Kami sempat dibawa dan disambut oleh bapak Kepala Jurusan (di sini kita panggil Ketua Jabatan) bidang kejuruteraan. Sempat pula diajak minum-minum dulu.
Ketika menikmati Teh Botol yang sangat terkenal di seluruh Indonesia, (saya sudah biasa menjumpainya di kebanyakan bandar besar Indonesia), saya tertarik dengan alas meja yang turut mengiklankan Teh Botol, namun alas meja ini pada saya sungguh kreatif dan memberikan makna baharu kepada erti "makan".

Cuba perhatikan beberapa keping gambar yang sempat saya rakamkan di bawah :

Makan tempat : Pinggul besar seberat 90kg, sandingkan dalam angkot, sambil kakinya diselonjorkan.

Makan uang (suap) : seraut muka (yang tebal) direndam di dalam perasaan kerakusan, dihidangkan panas-panas dengan ditaburi komisi parut. Kadangkala dinikmati bersamaan dengan Birokrasi yang ketal!

Makan impian/khayalan : keinginan yang besar dicampur sebutir imajinasi, digoreng dengan fatamorgana.

Makan teman : 2 sendok iri hati, dituang dalam wajan pengkhianatan, ditumis dengan perebutan kepentingan yang sudah dibuang lapisan kepercayaannya.

Paling menarik, disisipkan ungkapan : "Apa pun makanannya.... minumnya Teh Botol."

Wah, ini iklan yang kreatif! Saya jadi leka membaca sambil menikmati Teh Botol saya sendiri. Belum pernah saya lihat alas meja yang demikian. Tajam, sinis dan membuat saya banyak berfikir. Ini tentu lebih bagus daripada harus bermenung tanpa membuat apa-apa sewaktu menunggu pesanan. Inilah yang dinamakan menggalakkan masyarakat membaca dan berfikir. Apatah lagi saya temu alas meja ini dalam universiti. Moga-moga mahasiswa mereka juga rajin berfikir!


3 ulasan:

hanis aleeya berkata...

Sangat kreatif.

Wiwin berkata...

Salam. Kak Nisah...
iklan di meja ini memang memberikan kesan yang sungguh berarti, bukan hanya meningkatkan omset penjualan namun juga menggerakkan otak khalayak ramai untuk berpikir lebih jauh... jauh dari unsur pornografi atau tanpa sentuhan sensual seperti iklan-iklan yang kita jumpai sekarang ini. benar-benar iklan yang mendidik ;)

Apapun makanannya, minumannya tetap TEH BOTOL SOSRO :)

salam kenal
www.nafuzu.net

Wiwin berkata...

Oya, saya lupa memberitahu Kak Nisah bahwa saya berjumpa dengan blog ini secara kebetulan. Saya baca comment di Facebook kak Ally-Umar, teman satu fakulti dengan saya di UIA. Sebab ada kesamaan paras muka, adakah kak Nisah saudara kepada kak Ally? terimakasih untuk konfirmasinya :)

Related Posts with Thumbnails